Senin, 08 Februari 2016

SOSOK MASA ITU

GADIS BERKERUDUNG PUTIH
Ilustrasi Photo "anak wedok"

PART 1


Siang itu, terik matahari begitu menyengat tanpa sepoi angin yang mengiringi, sesosok remaja dengan seragam abu-abu-nya berjalan disepanjang jalan beraspal tanpa sebuah topi, jelas terlintas di raut wajahnya rasa dahaga yang mendalam. hanya rasa yang terpendam dan pikiran yang terhinggap di benaknya, mungkinkah dia berpikir untuk cepat sampai di rumah karena begitu panas dan dahaganya, atau ada hal yang lainnya.

Sulit sekali untuk menebaknya, karena dengan langkah gontainya yang seakan tanpa tujuan, juga terlihat tanpa reaksi dengan begitu banyak hal-hal yang melintasinya, lalu lalang mobil, kendaraan, teman sebaya, toko, becak, sepeda dan masih banyak lagi, yaaahhh benar memang tidak ada respon dan terlihat acuh dengan semua kejadian di sekelilingnya. 

Remaja itu siswa SMK swasta di kota Solo, dilihat dari status keluarga boleh dibilang dari keluarga kurang mampu, terlihat dari kesehariannya yang hanya berjalan kaki ke sekolah, juga biaya SPP tiap bulan yang selalu menunggak, namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk tetap bersekolah.

Selain itu, biasa juga sih anak remaja seusia anak SMK, selain belajar juga pastinya ada kegiatan lain yang dilalui karena masa-masa inilah remaja harus bisa membuktikan jati dirinya. Terkadang seseorang harus memikirkan sesuatu untuk arus kedepannya mau seperti apa dan bagaimana, terlepas dari semua beban yang dipikulnya, tetapi beban yang dipikul pastinya selalu ada, dan terntaya tidak sedikit beban yang dipikul pada usia remaja.

Adalah salah satu contoh beban seorang remaja cowok yang terkesima dengan seseorang sebaya dengannya, biasa sih masa-masa mengenal cewek, ada yang menganggap hal itu sepele dan tidak begitu menghiraukannya, tetapi cowok yang satu menganggap hal itu sangat serius dalam kehidupan remajanya, mengingat tingkat pesimistis yang tinggi karena keadaannya dan juga perbandingan dirinya dengan teman-teman sebayanya yang membuat remaja itu pesimis dalam melangkah.

Berawal dari sekolah yang berseragam abu-abu, remaja itu melihat sosok cewek yang sebaya dengannya, satu sekolah namun beda jurusan di SMK. perkenalan dimulai saling menyapa, tapi bukan sapaan biasa pada umumnya namun lebih pada sapaan menggoda (aneh juga ya, pesimis tapi berani menggoda.. hehe...) itulah remaja setingkat SMK. Yah dari situ ada respon dari cewek tersebut, respon yang menurut remaja cowok tersebut adalah respon positif, yang dianggap minimal mau diajak berteman, sehingga semakin pede aja remaja cowok tersebut dalam memainkan perannya sebagai teman yang akrab, setia atau apalah namanya, maklum peran kan banyak istilahnya.. hehe...!!

Waktu yang terus berlangsung dari hari kehari, bulan ke bulan remaja cowok tersebut akhirnya menyadari, sudah seberapa dekat dia dengan cewek tersebut, dan respon tertarik pada cewek itupun sempat terlintas di benaknya. namun kembali seperti di awal remaja cowok tersebut pesimis sekali untuk mengungkapkan perasaannya, sedangkan dalam teori percintaan (waduh mulai masuk bahasa intelek nih, haha....!!), menurut teori percintaan seorang cewek itu dalam menjalin suatu hubungan justru menunggu respon dari seorang cowok untuk mengungkapkannya, apalagi dalam hal tembak menembak... wao bener nggak sih??, yaaa kalau cowok punya sifat pesimis, bagaimana bisa terjalin suatu hubungan?? sebab masa-masa itu adalah masa dimana cewek itu sangat menjaga privasinya dalam hal percintaan, sehingga ngga mungkin seorang cewek itu berani menembak seorang cowok dalam menjalin hubungan (istilahnya bener ngga sih, kayak jinak-jinak merpati gitu, koreksi ya klo salah), jadi sampai disini emang belum terjalin sih hubungan itu.

Adalah seorang cewek boleh dikatakan gadis yang menggunakan jilbab atau kerudung putih, mungkin itu istilah jaman SMK dulu yang sekarang lebih kerennya dikenal dengan hijab yang lagi ngetrend, yang berwarna-warni dan bermacam-macam motif dan corak, dan kenapa disebut jilbab/kerudung putih, iya emang warnanya putih, karena saat sekolah dulu yang cocok dengan seragam ya itu warnanya, jadi ngga ada lainnya, cuma klo pas pramuka aja ganti warna coklat, tapi lebih dominan putihnya sih, makanya gadis berkerudung putih. waoow..!!
sosok cewek yang sederhana, manis, cantik, pintar dan pokok'e komplit deh, maklum klo jatuh cinta itu emang ngga ada cacatnya sih, hehehe..., tapi karena kepribadiannya yang lembut, kalem dan ngga neko-neko banyak cowok yang enggan menggodanya karena salut aja kali ya. cewek atau gadis itulah yang telah meluluhkan remaja cowok tadi hingga tak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkannya.

Pagi yang cerah itu, di sekolah yang ramai dengan siswa tak menghiraukan sosok remaja cowok yang terdiam di kelasnya sambil membaca-baca buku kesukaanya, tetapi tujuannya bukan membaca buku sebenanrnya sih, cuma untuk mencari perhatian saja dari seorang cewek berkerudung putih yang kebetulan sering lewat depan kelasnya ketika mau ke kantin. BERSAMBUNG